Rabu, 24 September 2014

file:///C:/DOCUME~1/Dayang3/LOCALS~1/Temp/Rar$EX00.531/Fency%20Free%20Version/Documentation/index.html

file:///C:/DOCUME~1/Dayang3/LOCALS~1/Temp/Rar$EX00.531/Fency%20Free%20Version/Documentation/index.html
Read More

Sabtu, 06 September 2014

SATU SATUNYA FISIOTERAPIS PEREMPUAN DI TIM SEPAK BOLA INDONESIA


Tak banyak klub sepak bola di Indonesia yang memiliki fisioterapis. Apalagi, seorang perempuan. Fortunella Levyana menjadi satu-satunya fisioterapis perempuan di sepak bola Indonesia.

Seorang perempuan muda terlihat berjalan sendiri di mes klub Indonesia Super League (ISL) Pelita Bandung Raya (PBR) di Pusdikajen Maribaya, Lembang, Jawa Barat.
Dia keluar masuk kamar pemain. Tak lazim memang, seorang perempuan muda berada di kawasan mes klub yang isinya laki-laki.

Namun, Nella, sapaan akrab Fortunella Levyana, terbiasa melakukan kegiatan itu untuk memantau kondisi para pemain PBR. Sebagai fisioterapis, tugasnya adalah menjaga dan melihat perkembangan pemain setelah melakoni pertandingan.

Dia harus selalu siaga jika ada pemain yang cedera, baik ringan maupun berat. Karena itu, tak jarang dia harus keluar masuk kamar pemain. "Itu menjadi tugas saya. Saya harus terus menyupervisi pemain," katanya kepada Jawa Pos.

Sebagai perempuan, Nella sempat merasa risi. Sebab, dia harus bekerja di sekitar pemain bola yang seluruhnya lelaki. Karena itu, awal menjalani tugasnya dia sempat merasa aneh. Dia sempat kagok karena menjadi satu-satunya perempuan yang berada di mes dan harus keluar masuk kamar pemain laki-laki.

Satu minggu pertama tugas Nella tak bisa maksimal. Alasannya, dia harus beradaptasi dengan dunia sepak bola dan budaya pemain. Nella tidak bisa langsung menanyakan kondisi pemain. Dia pun tidak langsung masuk ke kamar mereka.


"Pernah ketuk-ketuk pintu, tapi pemain nggak keluar-keluar. Mau masuk takut, tapi harus memeriksa. Saya terpaksa menunggu hampir sejam di luar kamar. Eh, ternyata pemainnya tidak di kamar," ujarnya menceritakan pengalamannya saat awal bekerja.

Aktif menjadi fisioterapis klub ISL mulai 4 Januari lalu, Nella butuh waktu hampir sebulan untuk membiasakan diri. Terlebih, mayoritas pemain di PBR belum mengerti tugas fisioterapis. Pemain juga masih malu-malu untuk ditangani perempuan.

Jadilah, saat menjalankan pekerjaannya dara 21 tahun itu harus sambil menjelaskan fungsi dan nilai positif fisioterapi. Dia harus melakukan edukasi dan "kuliah" kepada setiap pemain yang belum paham tentang fungsi fisioterapi.


Dari pengalaman awal bekerja, Nella harus melawan budaya pesepak bola yang lebih percaya kepada tukang urut. Bahkan, awalnya dia dianggap sebagai bagian dari tim yang bisa memijat.

"Fisioterapis bukan tukang urut atau tukang pijat. Kami lebih ke sport science. Pemain masih mengira fisioterapis itu seperti tukang pijat," katanya.

Menurut dia, fisioterapi memang tak senyaman dipijat tukang urut. Menjalani fisioterapi lebih melelahkan daripada dipijat. Namun, bukan berarti dirinya mengerdilkan masseur klub. Hanya, dia menyebut harus ada pembagian tugas yang jelas.

"Harus ada porsinya sendiri. Untuk recovery, penanganan kondisi pemain dan cedera, itu job desk saya. Masseur lebih ke arah relaksasi," tutur alumnus Jurusan Fisioterapi UI tersebut.

Memasuki bulan ketiga di sepak bola, Nella semakin dekat dengan para pemain. Skuad PBR mulai terbiasa dengan segala tindakan fisioterapis. Bahkan, pemain juga mulai aktif bertanya, baik secara langsung maupun via ponsel untuk berkonsultasi tentang kondisinya.

Saking dekatnya dengan pemain, Nella mulai menjalani tugas ganda. Selain menerima keluhan pemain tentang kondisi fisiknya, dia sering menerima curhat para pemain.

Meski demikian, dia merasa nyaman-nyaman saja karena semakin dekat dengan pemain. "Ya" saya juga bingung. Pemain itu kadang curhat. Bukan cuma masalah hati, tapi juga keluarga. Mau tidak mau saya terima karena itu cukup positif untuk membantu kerja saya, dicurhati sekaligus fisioterapi," ucapnya lantas tertawa.

Namun, sebagai satu-satunya perempuan, Nella juga pernah merasakan tingkah para pemain. Karena merasa kurang diperhatikan, ada pemain yang iri dan sewot. Otomatis, dia pun harus menyesuaikan dan mengubah pola komunikasi.

"Ini pemain kok iri-irian. Ya, terpaksa saya harus mengerti dan memberikan perhatian yang sama. Dengan demikian, mereka merasa diperlakukan secara adil," cetusnya.

Nella mengaku, bertugas di lapangan sangat berbeda dengan di mes. Dia juga sempat gugup luar biasa. Sebagai perempuan, dia harus bertemu suasana lapangan yang sangat ramai. Itu berbeda jauh dengan pelajaran yang didapat selama ini, yakni menjalani fisioterapi di tempat yang relatif tenang.

Atmosfer ISL yang tak pernah dilupakannya adalah saat mendampingi tim menjalani laga away melawan Arema Malang pada 28 Februari lalu. Saat itu dia harus masuk ke lapangan untuk memeriksa pemain yang kesakitan.

Saat dia berlari masuk lapangan, Aremania yang melihatnya kompak bersorak. Tak pernah merasakan atmosfer penonton yang sangat ramai di Stadion Kanjuruhan, Malang, Nella langsung nervous.

"Sempat kaget, gugup. Rasanya kaki ini berat untuk melangkah. Mau kembali ke bench salah. Itu pengalaman yang sangat luar biasa. Saya semakin cinta dengan sepak bola dan atmosfernya di Indonesia," ucap putri pasangan Agam Naga Figana dan Diana Rumi tersebut.

Jatuh cinta dengan sepak bola, Nella berharap ke depan semakin banyak fisioterapis perempuan yang terjun ke sepak bola. Tapi, yang utama, dia ingin klub sepak bola mengerti akan pentingnya fisioterapis untuk membantu memaksimalkan penanganan kondisi pemain berdasar sport science.

Dengan apa yang sudah didapatkannya, dara kelahiran 16 November 1991 tersebut memiliki cita-cita tinggi. Nella ingin merasakan menjadi fisioterapis untuk timnas. Sebab, itu akan menjadi salah satu pengabdiaannya kepada negara. 

Sumber: JPNN
Read More

FORTUNELLA FISIOTERAPI SEPAKBOLA , KARTINI DI LAPANGAN HIJAU

Kehadiran Fortunella Levyana sebagai seorang fisioterapis di klub sepakbola Pelita Bandung Raya menjadi warna lain dibalik layar olahraga yang digandrungi kaum pria.

Fortunella Levyana memang belum banyak dikenal oleh banyak orang di negeri ini, namun di ranah sepakbola namanya sudah banyak dikenal oleh banyak pemain, pelatih dan pengurus sepakbola Indonesia. Gadis berusia 22 tahun lulusan D3 Fisioterapis di Fakultas Kedokteran Indonesia ini sudah jatuh cinta pada dunia olahraga, awal karirnya ia sempat menjajal liga basket nasional,  setelah banyak menimba ilmu ia kemudian   memilih menjadi fisioterapis bagi pemain sepakbola. Niat ingin mengembangkan Sport Science adalah dasar baginya untuk terjun sebagai fisioterapis.

Bekerja untuk klub sepakbola Pelita Bandung Raya, ia ingin mengubah pandangan orang yang menganggap bidang yang ia geluti bukanlah sama seperti tukang pijat bagi para atlet di dunia olahraga. Ia ingin memberikan kesadaran dan wawasan banyak orang bahwa fisioterapis adalah seorang yang memiliki ilmu untuk memulihkan fungsi dan gerak tubuh.

Kini, Nella adalah fisioterapis wanita pertama  di kompetisi sepakbola kasta tertinggi  ISL. Untuk melihat bagaimana Fortunella Levyana bergelut dengan profesinya lihat gambar dibawah ini :


Sumber: http://berita.plasa.msn.com
Read More

FISIOTERAPI DALAM SEPAK BOLA

Pernah memperhatikan orang-orang yang ada di bangku cadangan pemain sepakbola namun mereka berada di sana bukan untuk bermain sepakbola?, untuk para penggemar sepakbola pasti sudah sangat familiar dengan mereka, selain pemain cadangan di sana ada seorang Manager (Di beberapa negara disebut juga Pelatih), Asisten Manager, Pelatih taktik, Dokter, dan Fisioterapis. Tulisan kali ini akan sedikit membahas tentang seorang Fisioterapis dan dunianya, siapa itu Fisioterapis? apa sebenarnya yang dilakukannya? apakah dia ini seorang tukang pijat?

Saya tertarik dengan kata Fisioterapi ini karena pernah mengalami yang namanya cedera lutut sewaktu bermain bola (Futsal), atas anjuran teman maka saya berangkat ke Tukang Pijat, karena menurut keterangannya Tukang Pijat ini adalah seorang profesional yang biasa menangani pemain sepakbola yang mengalami cedera. Tidak berapa lama setelah cedera sembuh saya mulai bermain Futsal lagi, namun saat saya bermain Futsal, rasa sakit/nyeri masih terasa saat saya melakukan gerakan-gerakan tertentu.

Setelah cari informasi di sana-sini mulai dari dunia maya; tabloid sepakbola; artikel-artikel, saya mendapat banyak informasi bagaimana sebaiknya melakukan gerakan-gerakan penyembuhan dan pemanasan sebelum bermain guna meringnkan sakit pasca cedera. Dari artikel-artikel itu pula saya mengetahui bahwa ternyata peregangan bergerak/motorik lebih baik daripada peregangan diam/statis dalam hal pencegahan cedera. Dari sinilah kemudian saya mengenal kata Fisioterapi, sebelumnya saya sudah sering mendengar/membaca kata ini, misalnya dalam Game PC (FM), dan yang terbaru dari Tim-Nas Indonesia (Mathias Ibo-Fisioterapis TimNas Indonesia/PERSEMA).

Ternyata kerjaan seorang Fisioterapis itu tidak dapat dipandang sebelah mata, apalagi jika hanya disamakan dengan kerjaan Tukang Pijat, dari ilmu fisioterapi kita akan lebih mengetahui cedera jenis apa yang kita alami, bagaimana cara pengobatannya, dan bagaimana cara kita memperlakukan cedera kita pasca pengobatan, ilmu Fisioterapi mengajarkan kita bagaimana seharusnya kita berlatih/melakukan pemanasan sebelum berlatih-bertanding agar cedera yang pernah/sedang kita alami tidak terulang/bertambah parah.

Fisioterapi sangat penting setelah cedera, semakin cepat kita mendapatkan perawatan, maka semakin cepat cedera kita akan pulih. Selama fase inflamasi awal (24-48 jam) modalitas pengobatan fisioterapi akan mengurangi kerusakan yang terjadi. Setelah ini, kita harus mulai mencoba untuk memindahkan daerah luka untuk memastikan bahwa sambungan otot syaraf dioptimalkan (proprioception).

PENGERTIAN
Seperti biasa, sebelum membahasnya lebih dalam ada baiknya kita mengetahui dasar/teorinya terlebih dulu. Ada beberapa macam pengertian dari Fisioterapi, diantaranya:

  1. Physical theraphy (atau dalam bahasa inggris physiotherapy dan dalam bahasa Indonesia Fisioterapis) adalah adalah suatu profesi pelayanan kesehatan yang menyediakan jasa ke indivudu atau masyarakat dalam mengembangkan, memelihara, dan memaksimalkan kembali gerak dan fungsinya dalam kehidupan.
  2. Menurut Departemen Kesehatan Indonesia, Fisioterapi adalah suatu pelayanan kesehatan yang ditujukan untuk individu dan atau kelompok dalam upaya mengembangkan, memelihara, dan memulihkan gerak dan fungsi sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan modalitas fisik, agen fisik, mekanis, gerak dan komunikasi. 
  3. Fisioterapi merupakan suatu bentuk pelayanan kesehatan untuk individu guna memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh dengan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanik), serta pelatihan fungsi.
  4. Fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, elektroterapeutis dan mekanis), pelatihan fungsi, komunikasi.

SEJARAH
Dokter seperti Hipocrates dan Hector dipercaya sebagai yang pertama melakukan fisioterapi yang primitif, mereka menyarankan Pemijatan (Hipocrates) dan Hydroterapi (Hector) pada masyarakat zaman 460 sebelum masehi. Dokumentasi paling awal mengenai praktek Fisioterapi yang profesional yaitu tahun 1894 ketika empat perawat di inggris membentuk Chartered Society of Physiotherapy. Negara-negara lain segera mengikuti dan memulai program pelatihan formal (Sekolah), seperti Sekolah Physiotherapy di Universitas Otago di Selandia Baru di tahun 1913, dan di Amerika tahun 1914 di Reed College, Portland, Oregon.

Penelitian pertama Fisioterapis terjadi sekitar bulan Maret 1921. Pada tahun yang sama Mary McMilan membentuk Physical Therapy Association (sekarang disebut American Physical Therapy Association (APTA). Di tahun 1924, Georgia Warm Springs Foundation mempromosikan Fisioterapi sebagai perawatan terhadap penyakit polio.
 
Perawatan sampai tahun 1940 terdiri dari latihan, pijatan, dan traksi. Prosedur manipulatif pada tulang belakang dan sendi ekstrimitas juga mulai dipraktekkan, terutama di negara-negara Persemakmuran Inggris, pada awal 1950-an.

Pada dekade berikutnya, Fisioterapi memulai bergerak ke praktek di luar Rumah Sakit, ke pasien rawat jalan Klinik Bedah Tulang, Sekolah Negeri, Universitas, Pengaturan berkenaan dengan Geriatrik (Fasilitas keterampilan merawat), Pusat Rehabilitasi, Pusat medis.

Spesialisasi untuk fisioterapi di Amerika terjadi tahun 1974, pada bidang Orthopedic dari APTA untuk fisioterapis yang mengkhususkan spesialisasi di Orthopedic. Di tahun yang sama, International Federation of Orthopaedic Manipulative Therapy dibentuk, yang telah memainkan suatu peran penting di dalam mempercepat therapy manual di seluruh dunia yang pernah ada.

Sampai saat ini fisioterapi terbagi-bagi ke beberapa bidang spesialisasi karena ilmunya yang luas spesialisasi itu meliputi Cardiopulmonary, Geriatric, Neurological, Ortopedik, Pediatrik, dan Integumentary.

ILMU FISIOTERAPI
Untuk pengertian dari Ilmu Fisioterapi juga ada beberapa macam, diantaranya:
  1. Ilmu Fisioterapi adalah sintesa ilmu biofisika, kesehatan, dan ilmu-ilmu lain yang mempunyai hubungan dengan upaya fisioterapi pada dimensi promosi, pencegahan, intervensi, dan pemulihan gangguan gerak dan fungsi serta penggunaan sumber fisik untuk penyembuhan seperti misalnya latihan, tehnik manipulasi, dingin, panas serta modalitas elektroterapeutik.
  2. "Fisioterapi merupakan ilmu yang menitikberatkan untuk menstabilkan atau memperbaiki gangguan fungsi alat gerak/fungsi tubuh yang terganggu yang kemudian diikuti dengan proses/metode terapi gerak." kata Ketua umum Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) Periode 2008-2012, Slamet Sumarno.
  3. Fisioterapi mempunyai banyak spesialisasi yang mencakup Cardiopulmonary, Geriatrik, mengenai ilmu penyakit syaraf, Orthopaedic dan ilmu kesehatan anak-anak untuk menyebut sebagian dari area yang semakin umum.
Lalu, bagaimana dengan seseorang yang bekerja di bidang Fisioterapi itu disebut apa? Apakah jawabannya Tukang Pijat (Masseur) tadi?, yang benar jawabannya yaitu Fisioterapis.

FISIOTERAPIS
Fisioterapis adalah seseorang dalam manajemen tim yang bertanggung jawab dan/ atau bertugas dengan kompetensi kesehatan raga (faal) dan/atau fisioterapi. (Manual Liga Indonesia 2007). Fisioterapis adalah seseorang yang telah lulus pendidikan formal fisioterapi dan kepadanya diberikan kewenangan tertulis untuk melakukan tindakan fisioterapi atas dasar keilmuan dan kompetensi yang dimilikinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pengertian lainnya, Fisioterapis adalah staf yang bertugas membantu pemulihan pemain. Ketika ada pemain yang mengalami cedera, seorang fisioterapis akan menganalisa cedera tersebut serta menyusun program latihan yang diperlukan sang pemain akan dapat segera kembali berlaga/bermain.

TUGAS FISIOTERAPIS
Saat ini banyak orang salah mengerti mengenai fungsi fisioterapi karena seringkali hanya diartikan untuk kegiatan memijat otot terkilir atau jika orang terlalu capai. "Padahal fisioterapi untuk mengatasi segala gangguan gerak," kata Slamet Sumarno, Ketua Umum Ikatan Fisioterapi Indonesia.

Menurut beberapa pihak, jasa Tukang Pijat (Masseur) justru berpotensi memperparah cedera pemain. Fisioterapis bukan hanya sebatas itu (Perihal pijat-memijat), "Tugas saya adalah mendiagnosis cedera dan menyusun program latihan supaya pemain yang cedera itu cepat pulih. Tapi, jika ada pemain yang mengalami demam, diare, atau sakit lainnya, itu bagian dokter. Ada perbedaan jelas antara tugas Dokter Tim dan Fisioterapis," ujar Mathias Ibo. (Fisioterapis TimNas Indonesia/PERSEMA)

Selain melakukan program penyembuhan cedera otot, seorang Fisioterapis juga bisa membantu terapi masa trauma, dan terapi pasca operasi.

Lalu, bagaimana bedanya Fisioterapis dengan Pemijat?, Menurut Mateusz Bednarczuk (Pemijat Crystal Palace), tugas seorang Pemijat itu tugasnya membantu pemain sepakbola untuk meregangkan otot, membantu pemulihan cedera otot yang telah diberikan data-datanya dan program-program latihannya dari Fisioterapis.

Dalam pemijatan, untuk 1 orang pemain bola dibutuhkan waktu 15-20 menit untuk ditangani, mulai dari membuat jaringan otot mereka rileks dan lebih lentur supaya tubuh pemain lebih luwes saat berlatih atau bertanding. Seorang pemijat sebelum pertandingan dimulai tugasnya adalah membantu memanaskan otot pemain, saat jeda pertandingan Pemijat akan bekerjasama dengan Fisioterapis untuk memulihkan tubuh pemain yang terasa kaku, menggunakan es, botol air panas, peregangan dan pijatan pada bagian otot yang terasa nyeri akibat benturan-benturan.

Bagaimana? Mulai mengerti perbedaan Tukang pijat dengan Fisioterapis dalam sebuah Tim Sepakbola?.
Berikut beberapa ilmu/ketrampilan khusus yang dimiliki seorang Fisioterapis, diantaranya:
1. Streetching/Penguluran
Penguluran adalah penting untuk menjaga luas gerak sendi disekitar persendian. Jika pasien/atlet mempunyai kekakuan pada sendinya, aktivitas normal seperti membuka botol atau menaiki tangga kadang terganggu. Dengan penguluran yang tepat, keterbatasan fungsi ini dapat diatasi. Apabila terdapat cidera atau melakukan operasi, jaringan parut dan kontraksi jaringan lunak adalah hasilnya dan penguluran penting untuk dilakukan.

2. Strengthening/Penguatan
Latihan penguatan dilakukan untuk membantu pasien meningkatkan fungsi dari otot. Tujuan akhirnya adalah meningkatkan kekuatan, ketahanan dan menjaga meningkatkan lingkup gerak sendinya. Tipe paling umum untuk latihan penguatan adalah:
  • Closed Chain, Latihan closed chain dilakukan dengan posisi kaki terkunci dengan tanah. Sebagai contohnya adalah Leg squat. Tujuan latihan ini untuk keseimbangan dan kekuatan otot. Dengan melakukan legsquat ini otot yang lemah yaitu quadriceps dan lawannya hamstring, keduanya berkontraksi sehingga kekuatan dan keseimbangan kedua otot tercapai. Latihan Open chain seperti Leg ekstension kesimbangan dan kekuatan kedua otot tidak tercapai.
  • Proprioceptive, atau Propiosepsi adalah rasa untuk mengetahui letak bagian dari tubuh. Ini mungkin merupakan konsep sulit ketika anda memegang sesuatu benda sampai anda kehilangan benda tersebut, karena begitu banyaknya propiosepsi bekerja tanpa anda sadari. Ketika anda kehilangan propiosepsi, sebagai contohnya sendi pergelangan kaki setelah sprain/cedera ligament, pasien/atlet sering mengeluh ketidakstabilan sensasi pada sendinya. Latihan propiosepsi mengarahkan tubuh anda untuk mengontrol posisi dari sendi yang cidera.
3. Ice and Heat Therapy
Terapi dingin dan panas ditujukan untuk menghangatkan dan mendinginkan otot. Sebagai catatan, terapi ini dapat meningkatkan aliran darah dan dapat menurunkan pembengkakan. Ini mungkin merupakan aspek terpenting dalam proses Terapeutik.

4. Ultrasound
Ultrasound adalah pengobatan yang menggunakan gelombang suara (Gelombang suara ini tidak dapat didengar oleh telinga manusia), kegunaannya untuk menstimulasi bagian dalam tubuh pasien/atlet, getaran yang dihasilkan gelombang suara ini akan menghangatkan dan meningkatkan aliran darah dalam tubuh.

5. Electrical Stimulation
Elektrikal Stimulasi yaitu terapi dengan menggunakan listrik. Dengan memasang arus listrik pada daerah yang bersangkutan/mengalami nyeri, syaraf yang menghantarkan rasa nyeri diubah. Pasien/atlet sering merasakan nyerinya berkurang setelah treatment tersebut.

6. Aquatic Therapy
Aquatic terapi atau Terapi dengan air adalah cara terhebat untuk mengembalikan kembali gerakan dan menjaga kekuatan dan latihan ini dilakukan di kolam renang. Latihan ini menjadi sangat terkenal akhir tahun ini karena banyak pasien/atlet yang kesulitan dalam latihan menjadi bisa ketika dilakukannya di dalam air. Adanya kekuatan untuk mengapung membantu tubuh dan air juga memberikan ketahanan gentle/perlahan-lahan sehingga meningkatkan kekuatan dan daya tahan tubuh.

7. Biofeedback
Biofeedback adalah menggunakan berbagai peralatan untuk meningkatkan satu atau grup otot yang lemah.
Bagaimana?, apakah anda tertarik menjadi seorang Fisioterapis?, terutama menjadi seorang Fisioterapis di sebuah klub sepakbola. Profesi ini masih jarang lho yang menggelutinya.

POSISI FISIOTERAPIS
Sebenarnya fisioterapis menjalankan profesi dalam banyak bidang, seperti : Klinik rawat jalan, Fasilitas Rehabilitasi Pasien yang dirawat di Rumah Sakit, Pusat penelitian, Sekolah, Industri, Pusat kebugaran dan fasilitas pelatihan olahraga. Di Indonesia profesi Fisioterapis sangat jarang kita temui, bahkan di TimNas Indonesia baru-baru ini saja digunakan (Saat pagelaran AFC), sebelumnya TimNas hanya menggunakan jasa Dokter dan Tukang Pijat (Masseur), "Padahal di Eropa tiap klub profesional pasti memiliki 2 -3 fisioterapis" menurut Mathias Ibo (Fisioterapis di TimNas Indonesia, Lulusan Universitas Thim Van Der Laan, Utrecht, Belanda, jurusan sport physiotherapists).

Untuk saat ini mungkin profesi Fisioterapis di Indonesia belum begitu diperhatikan/dihargai, namun seiring dengan perkembangan dunia olahraga dan semakin banyaknya kontak fisik dalam olahraga ini, bukan tidak mungkin seorang Fisioterapis akan banyak di cari, bukan hanya di sepakbola namun juga di cabang olah raga yang lain.

Berikut beberapa profil Fisioterapis di Eropa:
  1. Andrew Balderston (Nottingham Forest Football Club), gelarnya dalam bidang Fisioterapi adalah MSc, BSc Hons, MCSP, HPC, ACPSM. Andrew memiliki gelar Master di Fisioterapi dan telah menjadi Fisioterapi The Chartered Society of Physiotherapists selama 14 tahun. Pengalamannya mencakup tujuh tahun dalam perawatan kesehatan swasta dan beberapa tahun bekerja di sepak bola professional. Di dunia sepakbola awal karirnya bersama Manchester United Football Club Academy, kemudian pindah sebagai Kepala Fisioterapi dan Sport Medicine untuk Preston dan Derby County Football Club. Saat ini Andrew adalah Kepala Fisioterapi di Nottingham Forest Football Club, bidang Rehabilitasi jaringan lunak dan pencegahan cedera.
  2. Phil Horner (Blackpool Football Club), Phil sebelumnya adalah seorang pemain sepakbola professional dan bahkan pernah membela England's Youth Team, Phil mendapat gelar Sarjana di bidang Fisioterapi (BSc Hons). Pernah bekerja sebagai fisioterapis di Rumah Sakit Royal Infirmary Preston sebelum kembali ke Bloomfield Road. Phil adalah anggota dari The Chartered Society of Physiotherapists and the Council of Professional Supplementary Medicine.
Sumber: Bola.net
Read More

Kamis, 22 Mei 2014

Salah Mendarat, Engkel Langsung Bengkak


Didit Juang Indriarto melemparkan raket dan langsung terlentang di lapangan enam Sports Hall Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Ia tengah melakoni laga babak pertama nomor ganda campuran Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Li Ning Jawa Barat Open 2014. Bukan tanpa alasan, Didit pun terlihat mengerang kesakitan. Posisi telapak kaki yang salah saat mendarat membuat engkelnya seketika mulai membengkak.

Laganya bersama Shendy Puspa Irawati kontra wakil Pelatnas, Lukhi Apri Nugroho/Masita Mahmudin pun seketika dihentikan. Tim medis segera memasuki lapangan, dan setelah beberapa menit pertandingan pun akhirnya dihentikan karena Didit tidak bisa melanjutkan laga bahkan ia harus dipapah oleh Sigit Budiarto, sang pelatih yang tengah mendampinginya bersama salah seorang staf kesehatan turnamen.

“Saat keluar lapangan kakinya sudah membengkak, untuk pemulihan biasanya cedera engkel seperti itu minimal satu minggu dia harus istirahat total,” ujar fisioterapis PB Djarum, Rio Tarigan.

Cedera memang menjadi momok yang menakutkan bagi para atlet, terlebih lagi cedera yang mereka dapatkan di lapangan biasanya akan menimbulkan trauma yang cukup berkepanjangan.

“Untuk cedera yang didapat di lapangan seperti tadi, waktu pemulihannya memang tidak bisa dipastikan. Semuanya kembali kepada atlet masing-masing, ada yang bisa recovery cepat ada yang memang jadi sangat lama,” ujar Sigit.

Didit pun terlihat tertunduk lesu saat kakinya dirawat, ia hanya bisa tersenyum simpul. Bisa jadi kekecewaan tengah melandanya saat ini, saat ia tidak bisa menyelesaikan laga dan tidak bisa turun di ganda putra.

Sumber: KOMPAS
Read More

Selasa, 13 Mei 2014

Cium Merah Putih, Tim Thomas dan Uber Bertolak ke India


Usai menjalani persiapan selama lebih dari dua bulan, sebanyak sepuluh atlet putra dan sepuluh atlet putri beserta tim ofisial, Selasa (13/5/2014), berangkat ke New Delhi, India, untuk mengikuti perebutan Piala Thomas dan Uber 2014. Kejuaraan ini bakal dihelat di Siri Fort Indoor Stadium pada 18-25 Mei 2014.

Sebelum berangkat, tim menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara. Pada kesempatan itu, para pemain mendapat wejangan yang menjadi penyemangat untuk bertanding.

Setibanya di bandara, tim kemudian berkumpul bersama untuk melakukan seremoni mencium bendera Merah Putih. Kegiatan ini memang merupakan ritual tim sebelum bertanding. Satu demi satu atlet mencium bendera Merah Putih. Tentunya ritual ini kian memperkuat semangat nasionalisme para atlet. Seusai mencium bendera Merah Putih, para atlet bersalam-salaman dengan para pelatih dan tim ofisial.

"Ritual ini makin membakar semangat kami. Selain itu, kami juga merasakan dukungan yang begitu besar buat tim Piala Thomas dan Uber. Kami sudah siap berangkat ke India. Kami mohon doa restu dari semua pihak agar kami dapat memberikan yang terbaik," ujar Pia Zebadiah Bernadet, atlet ganda putri.

Tim Piala Thomas dan Uber akan terbang ke India via Singapura dengan menumpang pesawat maskapai Garuda Indonesia, pukul 13.45 WIB. Tim diperkirakan tiba di Singapura sekitar pukul 15.45 waktu Singapura.

Perjalanan dilanjutkan menuju New Delhi menggunakan Jet Airways pada pukul 19.35 waktu Singapura dengan estimasi waktu ketibaan sekitar pukul 22.50 waktu New Delhi.

Tim akan langsung menuju Hotel Le Meriden New Delhi yang merupakan hotel ofisial Piala Thomas dan Uber 2014.

"Seluruh persiapan sudah dilaksanakan dengan baik, tim Indonesia siap tempur. Anak-anak juga sudah berpengalaman, mereka sudah tahu tugas masing-masing. Tim pelatih juga telah siap dengan strategi dan taktik untuk menghadapi lawan," kata Christian Hadinata, manajer tim Piala Thomas.

"Semua tim pendukung juga sangat luar biasa, mereka selalu stand by dan ada untuk anak-anak. Walaupun persiapannya banyak, semua selalu siap membantu dan tak ada yang mengeluh. Semuanya demi tim Indonesia," tambah Imelda Wiguna, manajer tim Piala Uber.

Berikut ini daftar tim Piala Thomas dan Uber 2014:

Tim Piala Thomas
Tommy Sugiarto, Dionysius Hayom Rumbaka, Simon Santoso, Ihsan Maulana Mustofa, Hendra Setiawan, Mohammad Ahsan, Rian Agung Saputro, Angga Pratama, Berry Angriawan, Ricky Karanda Suwardi

Pelatih
Joko Suprianto & Hendri Saputra (tunggal putra), Herry Iman Pierngadi (ganda putra).

Manajer: Christian Hadinata
 
Wakil Manajer: Joseph Halim

Tim Piala Uber
Linda Wenifanetri, Bellaetrix Manuputty, Adriyanti Firdasari, Maria Febe Kusumastuti, Greysia Polii, Nitya Krishinda Maheswari, Pia Zebadiah Bernadet, Rizki Amelia Pradipta, Tiara Rosalia Nuraidah, Suci Rizki Andini

Pelatih
Marlev Mainaky & Sarwendah Kusumawardhani (tunggal putri), Eng Hian (ganda putri)

Manajer: Imelda Wiguna

Wakil Manajer: Susy Susanti

Tim ofisial
Rexy Mainaky (Kabid Binpres)
Basri Yusuf (Kabid Pengembangan)
Amran Siregar (psikolog)
dr Laila Hamid (dokter)
Felix Ary Bayu Marta & Iwan Hermawan (pelatih fisik)
Gyon Putra Amiga & Endri Hermawan (fisioterapis)
Ronald Sipasulta & Hasanudin Purnama (video analyst)
Ace Kusmana & Aceng Wahyudi (ahli pijat)
Read More

Rabu, 18 September 2013

Gomez Kembali ke Jerman untuk Fisioterapi


Mario Gomez akan kembali ke Jerman untuk menjalani perawatan cedera lutut. Menurut laporan, seperti dikutip dari Football Italia, Rabu (18/9/2013), pemain internasional Jerman ini akan mencari seorang spesialis untuk fisioterapi.

Fiorentina mengklaim bahwa strikernya, yang mengalami kerusakan ligamen ketika mereka bermain imbang melawan Cagliari pada akhir pekan kemarin, akan kembali ke tanah kelahirannya. Dia bakal mengunjungi spesialis supaya bisa lebih cepat sembuh dari cedera.

Akibat cedera tersebut, Gomez diperkirakan akan absen sekitar dua bulan. Akan tetapi, dengan bantuan spesialis, mantan striker Bayern Muenchen ini diharapkan lebih cepat sembuh dan sudah bisa kembali bermain dalam waktu enam pekan mendatang
Read More